Jumat, 06 Februari 2015

TAFSIR AL-KASYSAF



A.    Gambaran Kitab
Kitab Al-Zamakhsyari ada empat jilid, penerbit Darul Fikri. Sampul kitab berwarna merah dan kuning. Jilid pertama diawali surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surat Al-Maidah, terdapat 569 halaman. Jilid kedua diawali surat Al-An’am dan diakhiri dengan surat Al-Anbiya’, terdapat 587 halaman. Jilid ketiga diawali surat Al-Hajj dan diakhiri dengan surat Al-Hujurat, terdapat 572 halaman. Jilid keempat diawali surat Qof dan diakhiri dengan surat An-Naas, terdapat 306 halaman.
Pada tahun 1986, tafsir al-Kasyaf dicetak ulang pada percetakan Musthafa al-Babi al-Halabi di Mesir yang terdiri dari empat jilid. Kitab tafsir ini, berisi penafsiran runtut berdasarkan tertib mushafi, yang terdiri 30 juz berisi 144 surat, mulai surat al-Fatihah sampai surat al-Nas. Dan setiap surat diawali dengan basmallah kecuali surat al-Taubah. Tafsir ini terdiri dari empat jilid, jilid pertama diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat al-Maidah. Jilid kedua diawali dengan surat al-An’am dan diakhiri dengan surat al-Anbiya’. Jilid ketiga diawali dengan surat al-Hajj dan diakhiri dengan surat al-Hujurat dan jilid keempat diawali dengan surat Qaf dan diakhiri dengan surat al-Nass.
  1. Biografi al-Zamakhsyari
Sebagaimana tertulis dalam tafsir al-Kasysyaf, nama lengkap al-Zamakhsyari ialah Abd al-Qasim Mahmud ibn Muhammad ibn ‘Umar al-Zamakhsyari. Tetapi ada juga yang menulis Muhammad ibn ‘Umar ibn Muhammad al-Khawarizmi al-Zamakhsyari. Beliau lahir di Zamakhsyar, sebuah kota kecil di Khawarizmi pada hari rabu 27 Rajab 467 H. Atau 18 Maret 1075 M. Beliau berasal dari keluarga miskin, tetapi alim dan ta’at beragama.
Iamulaibelajar di negerisendiri, kemudianmelanjutkanke Bukhara, danbelajarsastrakepadasyaikh Mansur AbiMudar. KemudianpergikeMekahdanmenetapcukup lama sehinggamemperolehjulukanJarullah (Tetangga Allah). Dan di sana pula iamenulistafsirannya, al-Kasysyaf ‘an Haqa’iqiGawamiditTanzilwaUyanilAqawil fi WujuhitTa’wil.
Al-Zamakhsyaridikenalsebagai yang berambisimemperolehkedudukan di pemerintahan.Setelahmerasatidakberhasildankecewamelihat orang-orang yang darisegiilmudanakhlaqlebihrendahdaridirinyadiberijabatan-jabatan yang tinggiolehpenguasa, sementaraiasendiritidakmendapatkannyawalaupuntelahdipromosikanoleh guru yang sangatdihormatinya, Abu Mudar. Setidaknyaadaduakemungkinanmengapa al-Zamakhsyariselalugagaldalammewujudkankeinginannyaduduk di pemerintahan.Kemungkinanpertama: kerenaiabukansajadariahlibahasadansastra Arab saja, tetapijugaseorangtokohMu’tazilah yang sangatdemonstratifdalammenyebar-luaskanfahamnya, daninimembawadampakkurangdisenangiolehbeberapakalangan yang tidakberafiliasipadaMu’tazilah. Kedua: Mungkinjugakarenakurangdidukungkondisijasmaninya, beliaumemilikicacatfisik, yaitukehilangansatukakinya.
Al-Zamakhsyarimembujangseumurhidup.Sebagianbesarwaktunyadiabadikanuntukilmudanmenyebarluaskanfaham yang dianutnya, sepertiseringdilakukankalanganMu’tazilahpendahuluannya.Olehkarenaitutidakmengherankanapabilapenulisbiografinyamencatatkuranglebih 50 buahkaryatulisannya yang mencakuberbagaibidang.Sebagiankarya al-Zamakhsyariada yang masihdalambentukmanuskrip.Beliauwafat di jurnaniyahpadamalam ‘Arafahtahun 538 H.
Al Zamakhsyariadalah orang-orang alimteristimewadalammasalahnahwu, bahasa, sastradantafsir.Ra’yinyadalambahasa Arab diakuiolehahli-ahlibahasa.Zamakhsyarimenganutkepercayaanmuktazilah, bermadzhabhanafi.Dialah yang mengarangkitab al-Kasysyafmenyokongakidahdanmadzhabnya.Di dalamtafsirnyaitujelasterlihatbahwaZamkhsyariituberhasilmelunturkankepintarannya, kecerdikannyadankemahirannyaitusendirikarenapadanyaadatanda-tanda yang dapatdilihatdarijauhbahwadiatelahmenghimpunkanayat-ayatuntukmembantumuktazilahdanmenolaklawan-lawannya.
Tapi dari pihak bahasa dia telah menyingkapkan tabir keindahan al-Qur’an dan balaghahnya yang menarik bila ditinjau dari sudut ilmu balaghah, ilmu al-Bayan, sastra, nahwu dan tasrif. Kitabnya ini menjadi tempat pengambilan oleh orang dalam bahasa. Di dalam pendahuluan kitabnya itu dia menyebutkan bahwa ada orang yang menadi penghalang bagi tafsirnya karena orang ini tidak menyelami dengan mendalam. Diaadalah orang yang ungguldalamduamacamilmukhusus al-Qur’an.Yaituilmuma’anidanilmubayan.Diatidaktergesa-gesadalammengemukakankeduailmuini.

C.    Sejarah Penulisan
Al-Zamakhsyari menulis kitab tafsirnya yang berjudul al-Kasysyaf ‘an Haqaiq al-Tanzil wa ‘Uyun al-Aqawil fi Wujuh al-Ta’wil bermula dari permintaan suatu kelompok yang menamakan dirial-Fi’ah al-Najiyah al-‘Adiyah. Kelompok yang dimaksud yakni kelompok muktazilah.
Berdasar desakan pengikut-pengikut Muktazilah di Makkah dan atas dorongan al-Hasan Ali ibn Hamzah ibn Wahhas, serta kesadaran dirinya sendiri, akhirnya al-Zamakhsyari berhasil menyelesaikan penulisan tafsirnya dalam waktu kurang lebih 30 bulan. Penulisantafsirtersebutdimulaiketikaiaberada di Makkahpadatahun 526 H danselesaipadahariSenin 23 RabiulAkhir 528 H.
Penafsiran al-Zamakhsyarimendapatsambutanhangat di berbagainegeri.Dalamperjalanankeduakemekkah, banyaktokoh yang dijumpainyamenyatakankeinginannyauntukmemperolehkaryanyaitu.Bahakanpemimpinpemerintahanmekkah, IbnWahhas, bermaksudmengunjunginyakekhawarizmuntukmendapatkankaryatersebut, semuaitumenggugahsemangat al-Zamakhsyariuntukmemulaimenulistafsirnya, meskipundalambentuk yang lebihringkas.
  Penafsiran yang ditempuh al-Zamakhsyaridalamkaryanyainisangatmenarik, karenauraiannyasingkattapijelas, sehinggaparaUlama’ Mu’tazilahmengusulkan agar tafsirtersebutdipresentasikanpadaparaUlama’ Mu’tazilahdanmengusulkan agar penafsirannyadilakukandengancorakI’tizali, danhasilnyaadalahtafsiral-Kasysyafyagadasekarangini.
Padatahun 1968 M, tafsir al-Kasysyafdicetakulangpadapercetakan Mustafa al-Babi al-Halabi, Mesirdalamempatjilid.Jilidpertamadiawalidengansurat al-Fatihahdandiakhirisurat al-Maidah. Jilidkeduadarisurat al-An’amsampaisurat al-Anbiya’.Jilidketigadarisurat al-Hajj sampaisurat al-Hujurat. JilidkeempatdarisuratQafsampai al-Nas.

D.    Metode, Sistematika dan Corak Penafsiran
Tafsiral-KasysyafdisusundengantartibmushafiyaituberdasarkanurutansuratdanayatdalamMushafUsmani. Kemudianditulisdenganlebihdahulumenuluskanayat al-Qur’an yang akanditafsirkankemudianmemulaidenganpenafsirannyadenganmengemukakanpemikiranrasional yang didukungdengandalil-dalildaririwayathadismaupun al-Qur’an. Meskipuniatidakterikatolehriwayatdalampenafsirannya.
Metode yang digunakan oleh al-Zamakhsyari dalam penafsirannya adalah metode tahlili yaitu meneliti makna kata-kata dan kalimat-kalimat dengan cermat. Iajugamenyingkapaspekmunasabahyaituhubunganayatdenganayatlainnya tau suratdengansuratlainnya. Sebagianbesarpenafsirannyaberorientasipadarasio (ra’yu) makatafsiral-Kasysyafdapatdikategorikanpadatafsirbi al-ra’yumeskipunpadabeberapapenafsirannyamenggunakandalilnaql (nas al-Qur’an danHadis).
Metode dan Sistematika Penafsiran Tafsir Al-Kasyaf dikenal sebagai tafsir yag bercorak ra’yi (tafsir bil ra’yi), yang dalam menafsirkan ayat beliau selalu memberikan pandangan dan pendapat beliau sendiri dengan diperkuat oleh perkataan dan sejarah dari pendahulunya atau para shahabat nabi dan kadang-kadang menafsirkan ayat dengan ayat yang lain, juga menafsirkan ayat dengan hadis Nabi SAW. Tafsir al-kasyafbisadikategorikandalamtafsiranalisis (tahlili), yaituditandaidenganbeliaumenganalisaayat al-qur’andengancarabeliauyaitupandekatanbahasadanmemberikanpendapatbeliautarhadapayattersebut. Dalamtertibpenulisanatausistematikapenafsiran, pertama-tama beliaumenjelaskankedudukansuratyaitutempatturunnyaayatdanjumlahayatdalamsebuahsurat, dilanjutkandenganmanafsirkanataumenjelaskanmaknaayatperayat.

E.     Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan dari Kitab al-Kasyaf adalah suatu kitab tafsir yang memiliki keunggulan tersendiri di bidang kebahasaan, terutama yang berkaitan dengan aspek-aspek balaghah dan analisisnya tentang kemu’jizatan al-Qur’an. Dan juga uraiannya sangat dalam dan luas mengenai aspek kebahasaan sehingga ke puncak kemashuran dan kehebatan.
Sedang kekurangannya yaitu dilihat dari subtansi penafsirannya itu menonjolkan prinsip-rinsip Mu’tazilah dan para ulama menilainya negatif dan menganggap tafsir ini tafsir yang menyimpang dari maksud-maksud kandungan al-Qur’an.
F.     Komentar Ulama’
            Di kalangan para ulama, tafsir al-Kasysyaf sangat terkenal karena kepiawaian al-Zamakhsyari dalam mengungkap kemukjizatan al-Qur’an, terutama mengenai keindahan balaghahnya. Merekabahkanmengatakanbahwatafsirinilahyang pertama kali menyingkapkemukjizatan al-Qur’an secarasempurna.Di sampingkelebihantafsir al-Kasysyafjugamemilikikelemahandankekurangan.Berikutbeberapapenilaianterhadaptafsir al-Kasysyaf.
1.      Imam Busykual
Tafsir al-Zamakhsyarilebihringkasdanlebihmendalam.Zamakhsyariseringmenggunakan kata-kata yang sukardanbanyakmenggunakansyair, sehinggamempersulitpembacauntukmemahaminya, danseringmenyerangmadzhab lain. Hal inikarenaiaberusahamembelamadzhabnya, madzhabmuktazilah.
2.      Haidar al-Harawi
Tafsir al-Kasysyaf merupakantafsir yang sangattingginilainya. Tafsir-tafsirsesudahnya, menurutHaidartiadasatupun yang enendingibaikdalamkeindahanmaupunkedalamannya.Namuntafsir al-Kasysyafjugamemilikikekuranganantara lain:
a)      Seringmelakukanpenyimpanganmaknalafadztanpadipikirkansecaramendalamdanmenafsirkanayatdenganpanjanglebar, seakan-akanuntukmenutupikelemahannya, sertapenuhdenganpemikiranmuktazilah.
b)      Kurang menghormati ulama lainnya, sehingga al-Razi ketika menafsirkan surat al-Maidah: 54 menunjukkannya kepada al-Zamakhsyari karena al-Zamakhsyari sering melontarkan celaan kepada para ulama yang dicintai Allah SWT.
c)      Terlalubanyakmenghadirkansyair-syairdanperibahasa yang penuhdengankejenakaan, yang jauhdarituntunansyariat.
d)     SeringmenyebutAhl al-Sunnahwa al-Jama’ahdengansebutan yang tidaksopanbahkankadang-kadangmengkafirkan.
3.      Ibnu Khaldun
Ibnu Khaldun mengatakan bahwa di antara tafsir yang paling baik dan paling mampu mengungkapkan makna al-Qur’an dengan pendekatan bahasa dan balaghah adalah tafsir al-Kasyysaf. Hanyasajapenyusunnyabermadzhabmuktazilah.Denganbalaghahbeliaumembelamadzhabnyadalammenafsirkan al-Qur’an.
Menurut Ibnu Khaldun, kitab al-Kasysyaf karangan Zamakhsyari ini disamping hadis hendaklah menjadi kitab pegangan bagi orang-orang yang akan menyusun tafsir dalam mendalami bahasa, i’rab dan balaghah. Untukmeningkatkanilmu yang dipergunakandalammenafsirkan al-Qur’an.Orang yang menuliskitab al-Kasysyafiniadalahseorangahlibahasa yang terpandai di Irak.Selaindariitu yang menyusunkitabiniberbauMuktazilahdalamsegiakidah.Inilah yang dijadikanhujahbagimadzhabnya yang telahrusakitu.Karenadiamenerangkanayat-ayat al-Qur’an itudengancara-carabalaghah.Dengandemikianmakadengandiam-diamdiatelahmenyimpangdarimadzhabnya yang kinitelahmemasukiahlisunah.
4.      Mustafa al-Sawi al-Juwaini
Beliau berpendapat bahwa al-Zamakhsyari merupakan ulama muktazilah yang sangat fanatik dalam membela paham Muktazilah, sehingga penafsirannya sangat dipengaruhi oleh prinsip-prinsip Muktazilah.
5.      Ignaz Goldziher
Dalam bukunya Mazahib Tafsir al-Islami, Goldziher mengatakan bahwa tafsir al-Kasysyaf sangat baik, hanya saja pembelaanya terhadap Muktazilah sangat berlebihan.
6.      Muhammad Husain al-Zahabi
Al-Zahabi berpendapat bahwa tafsir al-Kasysyaf adalah kitab yang paling lengkap dalam menyingkap balaghah al-Qur’an.
Dari beberapapenjelasanterhadaptafsiral-Kasysyafdi ataskiranyadapatdipilahmenjaditigakelompokyaitu:
  1. kelompokpertamaberpendapatbahwatafsiral-Kasysyafadalahkitabtafsir yang sangatbaikkarenaberhasilmenyingkaprahasiakemukjizatan al-Qur’an denganpendekatanlughawi, terutamaaspekbalaghah.Tafsirinilayakdijadikansebagairujukanbagiparamufasir. Kelompokinihanyamelihatdarisisikeberhasilandalammenyingkapkemukjizatan al-Qur’an, tidakmelihatadanyapemaksaanmaknasebagianlafadz al-Qur’an padakelompokmuktazilah.
  2. Kelompokkeduaberpendapatbahwatafsiral-Kasysyaftidaklayakdijadikanrujukankarenapenyusunnyasangatfanatikdalammembelamuktazilahsehinggaayat-ayat yang tidaksesuaidenganprinsip-prinsipmuktazilahdibelokkanmaknanya agar sesuaidengandokrinmuktazilah. Penyusunnyajugaseringmelontarkanseranganterhadapulama lain yang tidaksepahamdengan kata-kata yang tidaksopan.
  3. Kelompokketigaberpendapatbahwadalambeberapabagiantafsiral-Kasysyafsangatbaikuntukdijadikanrujukan, yaitudalampengungkapankemukjizatan al-Qur’an. Tetapidalambagianlainnyayaitudalampenyimpanganmakna al-Qur’an, harusditinggalkan. Kelompokketigaini paling moderatdanbisadipedomanidalammembacatafsiral-Kasysyaf,sehinggadapatmemetikmanfaat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pembaca yang baik meninggalkan jejak yang baik,
Jangan lupa di comment ya :)